| Lonely, the path you have choosen, n restless road, no turning back.. |
| One day you will find your light again, don't you know, don't let go, be strong.. |
| Follow your heart, let your love lead through the darkness, back to a place you once knew, i believe, i believe, i believe in you.. |
| Follow your dream, be your self an angel of kindness, there's nothing that you can not do, i believe, i believe, i believe in you.. |
| Tout seul, tu t'en iras tout seul, coeur ouvert, a l'univers, poursuis ta quête, sans regarder derrière, n'attends pas, que le jour, se lève.. |
| Suis ton étoile, va jusqu'où ton rêve t'emporte, un jour tu le toucheras, si tu crois, si tu crois, si tu crois en toi.. |
| Suis ton lumière, n'éteins pas la flammes que tu portes, au fond de toi souviens-toi, que je crois, que je crois, que je crois en toi.. |
| Someday I'll find you, someday You'll find me too, and when I hold You close, I'll know that is true.. |
What are you looking for?
9.07.2010
I Believe in You
Posted by Amouresca at 09:28 1 comments
Labels: La secret de coéur
9.02.2010
Rasa Ini, Impian Ini, Niat ini, dan Restu Ini
Ya Allah, aku bingung. Aku menyukai tempat itu. Aku sangat ingin kesana. Dan tentang hal ini, juga ada sangkut pautnya dengan kecintaanku pada sesuatu yang berhubungan dengan tempat itu. Yang merisaukanku adalah kedua orang tuaku tidak menghendaki aku mencintai hal tersebut. Sehingga mereka juga membenci tempat ,,idaman’’ku itu.
Mereka tak ingin aku memecah konsentrasi antara hal (yang aku cintai) ini dengan sekolahku. Sejujurnya, aku mampu untuk ,,mengerjakan’’ keduanya sekaligus. InsyaAllah.. Karena aku juga tak bisa melepaskan salah satunya. Aku menikmati kondisi ini.
Tapi bagaimanapun, orang tuaku adalah panutan utamaku. Aku tahu maksud mereka. Aku memahami mereka. Mungkin aku memang harus mengikhlaskan rasa cintaku ini. Aku teringat akan catatan seorang teman (nama dirahasiakan), dia mengatakan ,,kalau kita mau mengikhlaskan sesuatu yang tidak bisa kita miliki secara natural, dan memang pada saaat ini kita harus melepaskannya, maka suatu saat kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik (bagi kita)’’.
Dan mungkin memang sekarang saatnya untukku fokus pada salah satu, tidak membagi konsentrasiku, toh aku juga masih bisa mencintai hal ini dengan cara lain (bukan seperti sekarang ini). Semua ini harus aku lakukan agar orang tuaku tidak membenci tempat itu (tempat yang aku cintai karena sesuatu hal ini). Dengan begitu, orang tuaku akan meridhoi suatu saat nanti, aku menginjakkan kaki di sana. Bagaimanapun juga, ridho Allah juga tergantung pada ridho orang tua. Dan lagi, dengan melupakan sejenak rasa ini, dan fokus pada sekolahku, akan mendekatkan jalanku menuju kesana, insyaAllah :)
Ada satu cerita, waktu aku mendaftar UM UGM, ternyata orang tuaku tidak serta merta, sepenuhnya rela melepasku untuk sekolah di sana. Mereka mengatakan itu setelah aku selesai tes. Dan benar, aku tidak diterima. Lalu untuk menghiburku, mereka berkata ,,percayalah, tempatmu di UNS, insyaAllah’’. Kalimat itu sangat menguatkanku. Tapi, di sisi lain, hatiku juga merasakan sebuah kekecewaan, ternyata aku berangkat tanpa restu mereka. Aber, ja, okay. Es spielt keine Rolle zu wichtig…
Suatu ketika, ibuku pernah berkata, tidak mengijinkan aku pergi kesana. Dengan susah payah aku meyakinkan beliau. Dan akhirnya ,,yaa, oke’’ kata beliau. Tapi entah apa ini seperti kasus sebelumnya, yang tidak merestui dari hati, yang jelas aku sungguh sangat mengharapkan hal itu.
Waktu SMA aku pernah cerita ke seorang teman kalau aku ingin masuk teknik mesin dan dirgantara ITB (FTMD). Aku menyukai dunia penerbangan juga. Tapi, ya, aku adalah seorang peremmpuan. Tentu saja aku lagi-lagi tak mengantungi ijin. Dan temanku itu bilang ,,ridho Allah tergantung ridho orang tua Ken, jadi ya nurut aja lah’’. Lagi pula, aku masih bisa mengambil Kedokteran Penerbangan kelak.
Di sisi lain, ada cerita yang pernah aku dengar. Putri Indonesia, Agni Pratista, ternyata orang tuanya juga sebenarnya tak mengijinkannya untuk mengikuti ajang itu. Dia dari Yogyakarta pergi ke Semarang dan menjadi wakil Jawa Tengah. Di malam puncak, akhirnya dia berhasil menjadi pemenang.
Ada lagi, Ozy, peserta Idola Cilik 3. Dia ,,lari’’ dari rumahnya (dengan usia yang masih jauh lebih muda dibanding aku) dan datang kepada tantenya di Makasar (kota, karena rumah Ozy memang di desa). Dia minta di antar audisi. Singkat cerita, dia menduduki peringkat 4 Idola Cilik 3.
Dan juga Yohanes Surya. Tak banyak yang tahu bahwa dia seorang anak TNI yang ,,nggak naik-naik pangkatnya’’dengan gaji yang pas-pasan, untuk mebiayai adik-adik Yohanes Surya juga, untuk biaya hidup, rasanya sangat ,,cumpen’’. Untuk makan di kos saja sudah susah. Tapi dia punya ambisi. Dia mebuat paspor dan mengurus segala sesuatunya untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa. Bayangkan apa yang dikatakan orang tuanya saat itu. Orang pun juga pasti akan mengatakan dia sudah gila (ini pengakuan dari Pak Yo sendiri). Tapi sekarang dia adalah pendiri, pemilik, sekaligus rektor Surya Institut. Dia meraih gelar Ph.D-nya di College of William and Marry, USA.
Jika nantinya, orang tuaku juga tak kunjung mengijinkanku pergi ke tempat itu, entah itu untuk urusan yang diinginkan orang tuaku maupun alasan rasa cintaku tadi, aku akan tetap berusaha untuk bisa meraihnya. Karena pelajaran yang bisa aku ambil dari kisah-kisah di atas adalah ,,Allah selalu membantu hamba-hambaNya yang bersungguh-sungguh dan mau bekerja keras’’ dengan catatan aku harus memiliki niat yang baik.
Ingat kan cerita tentang Diego Armando Maradona dan Jonathan Pradana Mailoa?
Maradona, semua orang tahu tentang ,,gol’’nya yang kontroversial di Piala Dunia 1986. Aku tak mau menyebut ,,gol’’ itu seperti orang-orang biasa menyebutnya (mendekatkan diri pada syirik), tapi aku tahu betul, aku yakin ,,gol’’ itu karena kehendakNya, sehingga menjadi sah, tak terlihat wasit, bahkan di video juga tak begitu jelas. Aku percaya hal itu karena dia adalah seorang pemain yang ulet, hebat, baik, bla bla bla. Makanya Tuhan membantunya meraih apa yang dia impikan.
Lalu, Jonathan, di APhO (Asian Physics Olympiad) dia hanya mendapat medali perak, sedangkan teman-teman yang lainnya dari TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia) mendapat emas. Lalu dia belajar mati-matian, mulai jam 7 pagi sampai 11 malam, tidur sebentar, belajar lagi, sampai sempat jatuh sakit dan masuk rumah sakit beberapa hari. Tapi kemudian di IPhO (International Physics Olympiad) dia menyabet emas sekaligus sebagai Absolute Winner, Best Theory and Best Experiment, What a……………………..!!
Oh ja! Yang di atas ini tadi aku tulis di perpustakaan FK UNS, tapi baterai laptopku habis, hiks, jadi dilanjutkan di rumah - setelah nonton spirit football, sambil ngobrol-ngobrol dengan Ibu – nah, di sini ada kabar terbaru. Aku bilang ke Ibu, kalau aku mau melepaskan rasaku tadi, apakah Ibu menyetujui aku pergi ke tempat itu?? Dan beliau jawab dengan pasti ,,Ya! Asal dengan tujuan yang baik’’. Ibu juga bilang ,,kalau untuk mencari ilmu, carilah sampai ke negeri China’’. Sungguh sangat melegakan. Tapi aku juga mengatakan kalau mungkin rasa cintaku pada hal tersebut di atas tak aku lepas sepenuhnya. Tapi aku pastikan tak akan mengganggu sekolahku, insyaAllah, amin :)
Ya Allah, Yang Maha Pemurah, dan Maha Penyayang, mudah-mudahan dengan restu ini, Engkau mengijinkanku, Engkau juga meridhoiku, aku berjanji belajar dengan rajin, tapi jangan paksa aku melepas mimpi yang satu ini Ya Allah… :)
Subhanallah Walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu Allahuakbar!! Amin yaa Robbal ‘alamin…
...^^...
Oh Gott, ich bin verwirrt. Ich mochte die Stelle. Ich möchte wirklich dorthin zu gelangen. Und über diese, hat auch nichts mit der Liebe etwas im Zusammenhang mit diesem Ort zu tun. Was stört mich ist meine Eltern wollten mich nicht, es zu lieben. So dass sie auch hassen, dass mein Traum statt.
Sie wollen mich nicht um die Konzentration der Materie zu brechen (die ich liebe) mit meiner Schule. Ehrlich gesagt, ich bin in der Lage, beides auf einmal tun. Hoffentlich .. Da konnte ich nicht einer von ihnen. Ich genieße diesen Bedingungen.
Aber trotzdem sind meine Eltern meine wichtigste Vorbild. Ich kenne ihre Absichten. Ich verstehe sie. Vielleicht sollte ich wirklich mengikhlas ist meine Liebe zu diesem. Ich erinnerte mich an die Kenntnis von einem Freund (Name unterdrückt), sagt er, dass, wenn wir etwas aufgeben, dass wir nicht haben können sie natürlich, und zwar möchte in diesem Moment müssen wir es zu befreien, dann werden wir eines Tages etwas Besseres bekommen (für us).
Und vielleicht ist es Zeit für mich die Ausrichtung auf eine, nicht teilen meine Konzentration, aber ich kann immer noch nicht lieben es auf andere Weise (nicht wie jetzt). All dies muss ich tun, um meine Eltern nicht hassen den Ort (ich liebe dieses für etwas). So, meine Eltern eines Tages zu segnen, habe ich zu Fuß dort.
Allerdings hängt es auch von den Segnungen Gottes Segen von den Eltern. Und wieder vergaß für einen Augenblick denke, und konzentrieren sich auf meiner Schule, wird der Pfad zu halten, um dorthin zu gelangen, insyaAllah...
Es ist eine Geschichte, wenn ich mich angemeldet UM UGM, anscheinend meine Eltern nicht unbedingt, durchaus bereit, mich dort zur Schule. Sie sagen, dass ich nach einem Test abgeschlossen. Und in der Tat, ich war nicht willkommen. Dann, um mich aufzuheitern, sagten sie, glauben Sie mir, Ihren Platz in der UNS, insAllah. Mein Satz ist sehr verstärken. Aber auf der anderen Seite, mein Herz fühlte auch eine Enttäuschung, so stellt sich heraus, dass ich ohne ihren Segen links. Aber, ja, okay. Es ist nicht allzu wichtig.
Einer Zeit, meine Mutter hat einmal gesagt, lass mich nicht dorthin zu gehen. Mit Mühe überredete ich ihn. Und schließlich: "Ja, okay", sagte er. Aber wer weiß, wie es im vorigen Fall, die nicht des Herzens, die offenbar bin ich wirklich wirklich erwarten, dass es nicht zu genehmigen ist.
Wenn ich ein High-School-Geschichte zu einem Freund hatte, wenn ich die Ingenieur-und Raumfahrt geben wollte ITB (FTMD). Ich mochte die Welt der Fliegerei als auch. Aber, ja, ich war eine Frau. Natürlich war ich wieder nicht versenkt eine Genehmigung. Und mein Freund sagte, Segen von Gott abhängt Segen der Eltern, Ken, so ya denke, es ist''. Anyway, ich kann immer noch nehmen die Zukunft der Luftfahrt Medizin.
Auf der anderen Seite gibt es eine Geschichte, die ich je gehört habe. Putri Indonesien, Agni Pratista, es stellt sich heraus, auch seine Eltern nicht wirklich erlauben es, das Ereignis verfolgen. Sie ist aus Yogyakarta nach Semarang in Central Java gegangen und wurde Stellvertreter. In Spitzenzeiten am Abend, sie es endlich geschafft, ein Gewinner zu werden.
Es gibt einen weiteren, Ozy, Little Idol 3 Teilnehmern. Er, laufen away''from seinem Haus (mit dem Alter sehr viel jünger war als ich) und kam zu ihrer Tante in Makasar (Stadt, weil Ozy Haus im Dorf). Er fragte in zwischen Auditions. Lange Rede kurzer Sinn, war er an vierter Stelle Little Idol 3.
Und auch Yohanes Surya. Nicht viele wissen, dass sie ein Kind TNI war, nicht reiten-up pangkatnya''dengan Gehalt kaum ausreichend für die jüngeren Geschwister mebiayai Yohanes Surya, auch für die Kosten des Lebens, es ist sehr,,''cumpen. Zu essen im Wohnheim allein ist schwierig. Aber er hatte Ambitionen. Er mebuat Reisepass und kümmern uns um alles für die Hochschule mit Stipendien im Ausland. Stell dir vor, was seine Eltern an der Zeit. Jemand anderes würde sagen, er war verrückt (das Geständnis von Mr. Yo selbst). Aber jetzt ist er Gründer, Inhaber, einst Rektor der Surya-Institut. Er nahm seinen Doktortitel an der College of William and Mary, USA.
Wenn später auch meine Eltern nie erlaubt mir, auf den Platz gehen, ob es für die Dinge, die Leute wollen meine Eltern oder der Grund, meine Liebe zu dir, ich werde weiter versuchen, ihn zu erreichen. Weil ich eine Lektion aus den Geschichten über nehmen könnte, ist, "Gott immer Hilfe seines Dieners Diener ernst und wollen hard" with die Note habe ich gute Absichten haben, zu arbeiten.
Denken Sie daran, die Geschichte von Diego Armando Maradona und Jonathan Pradana Mailoa?
Maradona, jeder weiß ungefähr "gol" nya umstrittenen World Cup in 1986. Ich glaube nicht unbedingt nennen möchte, dass solche Leute es goals ordinary (call näher an den Polytheismus), aber ich weiß sehr gut, ich bin sicher,Ziele, weil von seinem Willen, zu legitimieren, unsichtbar Schiedsrichter geworden, selbst im Video auch nicht sehr klar. Ich glaube, es liegt daran, dass er ein zäher Spieler, ausgezeichnet, gut, blah blah blah ist. Also hat Gott ihm helfen zu erreichen, was er sich vorstellte.
Dann, Jonathan, in APhO (Asian Physik-Olympiade), er bekam immer nur die Silbermedaille, während andere Freunde aus TOFI (indonesische Physik-Olympiade Team) bekommt das Gold. Dann studierte er in den Tod, beginnend bei 7.00 bis 11.00 Uhr, ein Nickerchen, wieder lernen, bis zu der Zeit krank wurde und ins Krankenhaus eingeliefert wurde ein paar Tage. Aber später in der IPhO (Internationale Physik-Olympiade), gewann er Gold bei den gleichen Zeit wie der absolute Gewinner, Best Best Theorie und Experiment, Was für ein ... ... ... ... ... ... ... ... ..!
Oh ja! Dass am Anfang dieser Bibliotheken in FK I UNS geschrieben habe, aber mein Laptop-Akku läuft aus, hiks, so wie zu Hause gehen - gerade nach der Fußball-Geist, beim Plaudern mit meiner Mutter - Nun, hier die neuesten Nachrichten. Ich sagte zu Mutter, wenn ich aufgeben rasaku früheren wollen, ob Sie mir zustimmen, an diesen Ort gehen? Und er antwortete mit Bestimmtheit, Ja! Origin mit einem guten Ziel''. Mutter sagte auch, dass, wenn das Wissen suchen, suchen bis China''. Es war eine große Erleichterung. Aber ich habe auch gesagt, dass vielleicht meine Liebe für die Dinge, die ich oben erwähnt habe nicht völlig entziehen. Aber ich würde sicher nicht mit meiner Schule, so Gott will, amen :)
O Allahs, des Gnädigen, des Barmherzigen und hoffentlich mit dem Segen von diesem, konnten Sie mir, wie du meridhoiku verspreche ich, fleißig zu studieren, aber zwingen Sie mich nicht aus diesem Traum, dass eines Gottes
Subhanallah Walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu Allahuakbar!! Amin yaa Robbal ‘alamin…
.o2o91o . o2.47 p.m.
Posted by Amouresca at 22:44 1 comments
Labels: La secret de coéur
7.17.2010
Kebahagiaanku Mengiringi Kebahagiaan Philipp Lahm - Claudia Schattenberg
Alhamdulillah..
Hanya 2 jam setelah aku upload postingan di bawahnya ini, akhirnya aku memperoleh kebahagiaanku. Tepat sebelum pengumuman, aku menyadari bahwa masa depan ku ditentukan hari ini, wheter i'll be succes or not wherever i will study.
Dan, alhamdulillah :D segala puji bagi Allah, telah memberiku jalan yang terbaik, terhadap apa yang aku pasrahkan pada-Nya. Menempatkan ku pada jalan di mana restu kedua orang tua ku menyertai, medical faculty of Sebelas Maret University :') tidak terlalu mentereng memang, but this is my place, nd i love it..
Akhirnya, harapan terakhir ku, berhasil goal, setelah kegagalan-kegagalan di awal, dan mungkin ini hadiah karena aku sama sekali belum mendapat "kursi", alhamdulillah aku tak mendepak siapapun, tak merebut tempat siapapun yang mungkin pada akhirnya hanya akan aku sia-siakan, terimakasih ya Allah atas petunjuk-Mu, aku bisa memenuhi komitmenku.
Selanjutnya, dari sini, menuju 4 tahun ke depan - yang bukan tak mungkin bisa aku persingkat jika aku mau berusaha lebih keras, aku dan tim muda Panzer, memulai menapaki langkah menuju sebuah impian. Aku berharap ketika kelak aq lulus dan menatap ke arah kesuksesan, die Mannschaft berhasil meraih title juara yang ke-4..
Aku tahu, tak mudah untuk menggenggam sebuah pencapain, apalagi dengan impian-impian yang aku pasang, yang mungkin orang lain akan mengatakan bahwa aku sudah gila. Tapi justru dari situlah i get my power, impian yang tertanam dalam alam bawah sadar akan menggerakkanku hampir 80%. Dan sisanya aku hanya tinggal berusaha semaksimal mungkin.
KriLangKun - Kritis, Langkah, dan Tekun.
Pertama, aku menempatkan diri ku pada kondisi kritis. Aku memberitahu otak ku bahwa aku berada pada persaingan yang ketat. Dan aku harus menjadi yang terbaik. Targetku 3 besar! Tak ada tawar menawar. Dan sebagai pendukung adalah faktor-faktor lainnya, seperti support orang tua, faktor ekonomi - karena aku tahu kedokteran tidaklah murah. Sukses atau tidak sama sekali, bagiku, tak ada kata setengah-setengah. Bahkan menulis ini pun adalah termasuk langkah menempatkan diri pada kondisi kritis. Membuat sebuah komitmen pada diri sendiri!! Karena semua diawali dari mimpi :)
Kedua, Langkah. Menyusun setiap langkah kedepan dengan teliti, penuh target-target jarak pendek, terukur, dan mencapainya. Lagi-lagi seperti kata özil dan ditambah oleh müller. Lihat apa yang aku butuhkan, ambil tindakan, dan FOKUS!
Itulah kuncinya. Shifting focus adalah pintu kegagalan. Dalam fase yang kedua ini, keajaiban dari-Nya yang berbicara. Ingat, Allah tak akan merubah nasib seseorang tanpa dia berusaha untuk merubahnya sendiri.
Keep focus on target, dedicate, and dicipline.
Ketiga, Tekun. Sangat penting menjalani sesuatu dengan tekun. Reguler. Teratur. Seperti pemain bola, yang ia butuhkan untuk mengimprovisasi skill-nya, ia harus terus menerus berada di skuad inti, starting eleven, dan berlating dengan teratur. Tak ada yang bisa ditingkatkan dari bangku cadangan dan malas latihan. Kerja keras itu bukan sehari dua hari, tapi setiap hari. Yang penting adalah sabar. Tidak kenal menyerah. Tidak kenal kata kata "gagal"!!
KriLangKun adalah kunci MESTAKUNG!! Berawal dari mimpi menuju sebuah kesuksesan. Tapi mestakung bekerja pada diri manusia, work from the inside. Selebihnya, kekuatan doa lah yang akah menentukan :)
Jadi, last but not least, pray.. Doa pun juga bisa menuntun di saat kita berada di persimpangan. Karena Allah adalah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Kuasa.. We have to have beliefs..
Begitulah :) Seperti yang baru saja terjadi padaku.
Dari sebuah Target yang aku tanamkan permanen di benak ku, merasuki alam bawah sadar ku, bahwa aku harus masuk kedokteran. Tak ada pilihan lain. Semua itu mutlak. Sebuah tuntutan dari orang tua ku. Dan juga keinginan dari dalam diri ku.
Lalu, aku berada dalam kondisi Kritis. Karena PMDK uns, UM ugm, dan tes-tes lain, tak ada yang lolos. Dan SNMPTN ini adalah babak play-off buat ku. Now or never!
Melangkah. Buku "gebuk tikus" kumpulan snmptn 10 tahun yang kian kucel >,< belajar dan belajar. Membuat rangkuman-rangkuman dari penyelesaian soal yang sering keluar. Dan tak lupa selalu fokus! Aku tak berpikir untuk mendaftar selain snmptn. D3 baru akan aku pikirkan setelah ini. Karena aku tak mau fokus ku beralih. Lalu persimpangan muncul. Antara undip atau uns. Tapi karena faktor orang tua, aku tetapkan langkah ku pada uns. Alhamdulillah aku mendapat petunjuk :) Kemudian 2 hari tes, sungguh banyak keajaiban terjadi. Berkat bantuan-Nya..
Tekun. Pantang menyerah. Aku belajar dari kegagalan. Terus berbenah. Menata perasaan, menempa mental layaknya tim Panzer, dan bangkit!
Dan yang terakhir. Aku sudah memasrahkan semua yang akan terjadi. Entah di mana aku kelak, aku berjanji akan tetap fokus pada jalan itu. Seperti yang aku ungkap pada previous post. Dan Allah menunjukkan kuasa-Nya.. Maha Besar Allah :)
Mestakung telah bekerja pada ku, dan Allah telah menuntun jalan ku.
Sukses untuk ku dan untuk der Panzer :)
Posted by Amouresca at 08:06 2 comments
Labels: Aku dan Die NationalMannschaft
7.16.2010
Aku dan Der Panzer-ku
Bbrapa hr ini pkiranku dpenuhi oleh kkalahan jerman dr spanyol, entah knp, mgkn aq diajari bgaimana menyikapi dan mnerima suatu kkalahan, blajar dr apa yg tlah dialami pmain jerman, cra mghadapi prasaan sndiri, akan kmgkinan yg akan trjadi mlm ini :)
Aku juga bru saja blajar dr Mesut Özil dan Fabregas. Bahwa kita harus menjalani sgala yg dhadapkan pada kita dg fokus, dg penuh kesungguhan. Entah kita menyukainya atau tidak, Allah pasti punya jalan sendiri bagi kita. Jalan yg membimbing kita pada kesuksesan, dari arah yg tak diduga-duga. Semua hanya berpegang pada satu kunci : FOKUS!
Meskipun nantinya aku ada di plihan ke2 ku, asalkan aku brsungguh-sungguh, bisa jadi tahun dpan aku tak harus pindah-pindah jrusan lagi.
Aku sudah dpersiapkan oleh-Nya akan apa yg akan dihadapkan-Nya padaku nanti malam. "Baik ataupun buruk", oh tidak, istilah yg lebih tepat adalah "menyenangkan bagiku atau tidak", aku, insyaAllah, atas izinnya, sudah siap.
Banyak yg aku plajari dr timnas Jerman, mimpi td malam, dan firasat ini - yg sejujurnya aku sama skali tak ingin mempercayainya, karena trakhir kali aku dbohongi oleh firasat smacam ini, dg kata lain semua hanya ketakutanku saja..
Aku tak akan iri pada mreka yg bersekolah di universitas bergengsi, insyaAllah. Karena 2 hari trakhir ini aku bru saja menemukan sbuah nasehat..
"Klub yang baik tidak membeli pmain berkelas yang mahal, tetapi mendidik pmain muda agar menjadi pmain berkualitas dan berharga",
"Belajar yang baik bukan belajar di tempat dengan prestige tertinggi, tapi belajar sungguh-sungguh di manapun kita berada agar menjadi orang yang berlevel tinggi ", dan
"Bekerja yang baik bukanlah bkerja di tempat yang bergaji tinggi (krn pikiran kita hanya akan dipenuhi bgaimana cranya agar bs kkn), tetapi bkerja dg penuh dedikasi agar bisa mendapat hak sesuai apa yang kita usahakan".
Begitulah setidaknya untuk saat ini aku memaknai kehidupan.
Semoga sukses..
Posted by Amouresca at 10:44 0 comments
Labels: Aku dan Die NationalMannschaft
2.27.2010
Champ Elysees, Arc de Triomphe

BILA ingin mengisi libur panjang bersama keluarga dan punya cukup uang, tidak ada salahnya untuk mencoba berkeliling Eropa. Menikmati akhir tahun dengan cuaca yang dingin dan bersalju akan menyuguhkan kenangan liburan yang berbeda.
(emg itu pinginnya, haha)
Adalah Champ Elysees sebuah jalan di Kota Paris yang konon merupakan jalan terindah di dunia. Keindahan kotanya memang berbeda dari kota-kota di beberapa negara Eropa lainnya.
Di ujung jalan terdapat sebuah tugu bersejarah, Arc de Triomphe.
Siang hari, champ elysees tampak indah karena sisi kiri dan kanan jalan berjajar gedung-gedung yang berarsitektur awal abad ke-19 dan gedung yang berarsitektur modern. Gedung itu merupakan tempat perkantoran, pertokoan, apartemen dan hotel, serta kafe dan restoran.
Sebuah butik yang menyediakan kebutuhan sekunder karya seniman Prancis ternama Louis Vuitton (LV) berdiri kokoh di sisi kanan jalan dan menambah daya tarik para turis. Tak sedikit turis yang berjalan-jalan di Champ Elysees berhenti sesaat untuk melihat kemewahan yang ada di dalam butik ternama ini.
Tak kalah menariknya dengan butik LV, puluhan kios di selasar jalan pedestrian berjajar di sepanjang jalan Champ Elysees. Puluhan kios mini ini selalu ada pada bulan Desember sampai menjelang Natal. Hampir semua kios-kios yang dipadati pembeli ini menjual barang-barang kebutuhan Natal.
Bila memasuki Desember, di selasar pedestrian berdiri puluhan kios-kios mini yang khusus menjual kebutuhan Natal.Keberadaan kios ini tentunya sudah merupakan tradisi tahunan di Paris, yang disiapkan khusus oleh pemerintah setempat.
Keindahan di sepanjang jalan ini semakin tampak pada malam hari. Lampu beraneka hias yang dipasang di pohon pedestrian jalan tampak seperti air mancur yang berjatuhan. Tentunya, lampu hias ini menjadi objek untuk berfoto-foto para turis lokal maupun mancanegara. Di jalan yang indah ini, Paris tampak terang benderang dengan pesona lampu hiasnya.
Tugu Arc de Triomphe Etoile yang berada di ujung jalan Champs Elysees dengan latar belakan arena permainan Bianglala raksasa menjadi fokus wisatawan pelancong di Paris. Bianglala ini pun tak luput dari gemerlapnya lampu hias, sehingga lebih indah bila dilihat pada malam hari.
Kunjungan di kota mode ini belum terasa lengkap bila tidak melihat dan menyentuh Menara Eiffel. Menara yang dibangun pada 1889 ini diambil dari nama akhir perancangnya, Alexandre Gustafe Eiffel. Menara setinggi 324 meter ini memiliki tiga tingkat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.
Tingkat pertama dan kedua diisi oleh sebuah restoran yang cukup mewah. Untuk makan di Menara Eiffel dengan pemandangan Kota Paris ini, wisatawan dikenakan biaya sebesar 4,80 euro untuk makan di lantai 1 dan 7,80 euro bila ingin di lantai 2. Sedangkan untuk sampai ke lantai 3 yang merupakan puncak menara, wisatawan dikenakan biaya 12 euro atau Rp172.000.
Dari puncak Eiffel, seluruh kota dari berbagai penjuru mata angin akan terlihat sangat jelas dan indah. Wisatawan pun mungkin tak akan sanggup berlama-lama berada di puncak ini, karena udara yang sangat dingin. Terlebih lagi Desember, saat musim dingin tiba udara di atas menara Eiffel bisa mencapai minus 10 derajat.
Bisa dibayangkan betapa udara sedingin ini bisa membuat beku setiap orang yang sedang menikmati ketinggian di kota Paris, meskipun sudah memakai baju yang berlapis-lapis dan ditutup dengan overcoat lengkap beserta sarung tangan dan penutup kepala.
Bagi sebagian turis yang tidak kuat terhadap dingin, mereka lebih memanfaatkan waktunya untuk berfoto-foto di bawah menara dengan latar belakang kaki menara Eiffel yang kokoh dan artistik. Selain itu, gerai kecil di sekitar kaki menara Eiffel juga menjadi salah satu sorotan turis yang ingin berbelanja pernak-pernik ikon kota Paris tersebut.
Bila tidak puas berfoto dengan latar belakang menara Eiffel yang hanya separuh, wisatawan bisa langsung menuju ke Ecole Militaire atau Plaza De La Concorde. Plasa yang cukup luas ini setiap harinya dipadati ratusan pengunjung yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terlihat utuh dan megah.
Pada malam hari, pemandangan menara yang berusia 120 tahun ini semakin indah karena dihiasi oleh lampulampu di seluruh tubuh bangunan Eiffel. Bahkan, satu jam sekali muncul cahaya kelap kelip berwarna biru seperti ribuan bintang yang sedang bersinar di ikon Paris ini.
Lampu mercusuar yang berada di puncak tertinggi menara, membuat menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia ini semakin cantik dan memesona. Siapa pun yang berkunjung ke Kota Cahaya (la ville lumiere) ini tentunya tidak akan bisa melupakan keindahan kota yang luar biasa.
Dilihat dari berbagai sisi mana pun, Paris memiliki catatan tersendiri bagi seluruh wisatawan dunia untuk berniat kembali datang ke kota ini.Kota yang padat namun sangat terawat ini, juga terlihat dari tata kotanya yang rapi dan terstruktur.
Meskipun kepadatan lalu lintas juga terjadi di kota besar ini, hal itu tidak membuat wisatawan jenuh. Tentunya ini karena banyaknya lokasi perbelanjaan di setiap sudut kota diselingi dengan restoran dan kafe yang menyediakan aneka makanan yang khas dengan pastanya.
Posted by Amouresca at 06:56 0 comments
Labels: Paris

